Politik Kampus 2010

0 komentar


melihat munculnya partai- partai baru menjelang pemilu raya mahasiswa 2010 mirip dengan keadaan masyarakat indonesia. sukanya buat partai meski tidak jelas partai tersebut mau mewadahi kebutuhan mahasiswa yang mana..
mungkin ini strategi mengacau suara agar partai lama berkurang jumlah suaranya ataukah memang muncul kesadaran baru membangun kampus menuju lebih baik.

nampaknya perlu menunggu bukti pada pemilu besok. walaupun pengalaman kemarin masihkah harus terulang, ternyata kita lebih siap menang daripada siap kalah. hanya demi memenangkan presiden BEM penghitungan sampai beberapa hari, bahkan ketika sempat terjadi penggelembungan suara ada yang sudah bersiap - siap mau menggagalkan pemilu, dengan membawa bensin untuk membakar kertas suara. kita lebih siap menang daripada siap kalah. bagaimana jika besok banyak partai? semoga saja tidak banyak masalah..
terlebih dalam pemilukada solo mungkin bisa menjadi contoh. meski tanpa berbagai kekerasan akhirnya dapat ditentukan siapa pemenangnya..
semoga..

PENDIDIKAN YANG MEMBUDAYAKAN

0 komentar

PENDIDIKAN YANG MEMBUDAYAKAN

Beberapa hari terakhir ini di berbagai daerah di Indonesia sekolah – sekolah melaksanakan UAN tingkat SMA. Nampaknya bukan hal aneh jika tiba – tiba didapati banyak kasus kecurangan yang memang masalah klasik pendidikan kita yang tak kunjung selesai. Lalu muncul pertanyaan dalam hati saya: “ sudah separah itukah budaya pendidikan kita?, bagaimana nasib kebudayaan nasional kita jika pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan yang berfungsi sebagai motor ternyata bermasalah sendiri?.
H. A. R. Tilaar, salah satu orang yang peduli terhadap pendidikan dan kebudayaan telah menulis dalam bukunya bahwa sejak orde baru pendidikan kita telah memisahkan antara kebudayaan dan pendidikan yang terbukti adanya pemisahan antara departemen kebudayaan dan pariwisata dengan departemen pendidikan nasional. Dalam materi pembelajaran nilai – nilai budaya sering dibatasi pada nilai intelektual semata. Selain itu demi kepentingan pertumbuhan nasional dan ekonomi yang menguntungkan pengusaha. Budaya kekuasaan dan budaya egoisme sekelompok kecil masyarakat telah menggantikan nilai – nilai universal dari budaya yang hidup dalam masyarakat dan bangsa indonesia. Kebebasan individu di pasung dan tujuan pendidikan cenderung intelektualistis dan di atur oleh UAN. Aspek pembentuk kepribadian yang lengkap meliputi konatif, afektif dan motorik telah diabaikan. Sayangnya berbagai hal tersebut terus berlanjut sampai sekarang.
Kata “kebudayaan” sampai sekarang lebih dibatasi pada hal – hal yang berkenaan dengan kesenian, tarian tradisonal, bangunan kuno, candi, dan sastra tradisional. Sebagaimana telah disebutkan bahwa dalam pendidikan kita nilai – nilai kebudayaan dibatasi pada nilai intelektual semata.
Kebudayaan menurut koentjaraningrat mengandung unsur sebagai berikut : sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian, sistem teknologi dan peralatan. Dengan memisahkan pendidikan dari kebudayaan merupakan suatu kebijakan yang merusak perkembangan kebudayaan sendiri.
Pendidikan adalah pembudayaan. Demikian Fuad Hassan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menjelaskan tentang hubungan antara pendidikan dan kebudayaan. Dengan kata lain, pendidikan merupakan proses transformasi budaya. Pendidikan merupakan proses pewarisan budaya, dan sekaligus pengembangan budaya. Jika kebudayaan diartikan sebagai produk masyarakat, maka pendidikan adalah prosesnya. Jika kebudayaan sebagai“that complex whole which includes knowledge, belief, art, morals, law, custom, and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society” atau kebudayaan merupakan satu keseluruhan yang kompleks, termasuk di dalamnya pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasaan, seni, teknologi, dan banyak kemampuan lain dan kebiasaan yang dimiliki manusia sebagai warga masyarakat, maka pendidikan adalah keseluruhan proses yang kompleks untuk menghasilkan semua itu. Proses apa yang membentuk pengetahuan dalam masyarakat? Proses itu adalah pendidikan. Proses apa yang membentuk kepercayaan dalam masyarakat? Sudah tentu masyarakat pula yang membangunnya. Demikian seni, moral, hukum, kebiasaan, dan kemampuan lain dalam masyarakat. Semuanya merupakan produk dari satu proses yang dinamakan pendidikan. Singkat kata, “education enables people and societies to be what they can be” Pendidikan menjadikan manusia dan masyarakat mampu menghasilkan apa yang dapat mereka inginkan. Demikian Bill Richardson menjelaskan peran pendidikan dalam melahirkan kemampuan tertentu dalam masyarakat.
Untuk mewariskan budaya tersebut, proses pendidikan dilakukan melalui tiga proses yang saling kait mengait yang tidak terpisahkan, yaitu: (1) pembiasaan (habit formation), (2) pengajaran dan pembelajaran (teaching and learning process), dan (3) peneladanan (role model). Dengan demikian pendidikan adalah pembudayaan. Dengan kata lain, pendidikan adalah proses pembentukan, pelestarian, dan pengembangan budaya dalam masyarakat. Pendidikan adalah proses yang dirancang dan dilaksanakan agar masyarakat dapat menghasilkan produk berupa budaya.
Manusia adalah pengemban budaya (culture bearer), dan manusia yang hidup dalam tatanan masyarakatnya akan mewariskan kebudayaannya tersebut kepada keturunannya. Proses pendidikan tidak lain merupakan proses transformasi budaya, yakni proses untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi muda. Kebudayaan bukanlah suatu yang statis namun kebudayaan selalu berada dalam proses transformasi. Budaya yang tidak mengalami transformasi melalui proses pendidikan adalah budaya yang mati yang berarti pula suatu masyarakat yang mati.
Demikianlah interdepensi antara kebudayaan dan pendidikan. Kekeliruan yang telah terjadi sampai sekarang dengan memisahkan proses pendidikan dari proses kebudayaan perlu diperbaiki. Disamping memberikan pendidikan kebudayaan dalam arti terbatas seperti pendidikam seni, pendidkan bahasa dan sastra, pendidikan budi pekerti, juga yang lebih mendasar adalah kembali pada paradigma mengenai pendidikan nasional kita yaitu mendasarkan pendidikan nasional kepada kebudayaan nasional kita.
Nampaknya pendidikan di negeri ini masih dianggap sebagai barang mahal bagi sebagaian masyarakat meski isu tentang pendidikan gratis mulai merebak. Semoga saja itu bisa menjadi angin segar membangun strategi mengembangkan kebudayaan dalam masyarakat melalui pendidikan. Tentu, jika kita memang masih berharap menjadi orang indonesia yang berkepribadian indonesia dan berbudaya indonesia atau kita lebih suka menjadi orang lain yang tersilaukan oleh kebudayaan orang lain dan menjadi orang lain dinegeri sendiri. Semoga...

Kartini

0 komentar

Kartini

Selamat hari kartini bagi yang merayakan tentuya.
Semoga tulisan ini tidak telat, untuk ikut mengenang sisi lain surat – surat kartini. Awalnya saya tertarik dengan tulisan pada sebuah koran. Mungkin saja kalian tertarik membaca tulisan saya. Apalagi salah satu surat kartini yang isinya bernuansa penolakan secara halus terhadap “ajakan” untuk mengikuti kepercayaan si penulis surat: “yakinlah nyonya bahwa kami akan selalu memeluk agama kami yang sekarang”. Surat ini ditunjukan kepada Ny Van kohl, 21 juli 1902. Selain itu pada 12 oktober kartini juga menulis : “kami ingin mengabdi kepada tuhan bukan kepada orang” dan kepada Ny Abendanon lah surat ini ditujukan.
Sayangnya surat kepada sahabat yang memberikan jawaban tegas jarang di tampilkan. Paling baru membaca kali ini. Itupun belum mengerti maksudnya.
Sebetulnya surat – surat seperti di atas jarang kita temui sebab memang telah diseleksi sesuai kepentingan belanda pada waktu itu (kristenisasi dll) agar membentuk opini publik yang baik.
Bila sempat membaca surat kartini yang sudah di seleksi kita akan tahu bahwa sahabat kartini banyak yang mempengaruhi. Salah satunya mempengaruhi agar tidak menikah dengan bupati rembang
dengan iming – iming berupa beasiswa.
Tak perlu banyak kata lagi. Ibu kita kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka.
Kartini memang teladan kita. Dia tidak hanya mengajari pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan dan mengajari kita bagaimana tetap teguh memegang prinsip ditengah politik strategis penjajah belanda. Namun kartini memiliki perjuangan lain yang tersembunyi, yang tak kalah beratnya, kita patut menghormati.

Krisis AIR Menanti

0 komentar

AIR MENIPIS BUMI MENANGIS

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.(ar Ruum : 41)
Lagi –lagi kerusakan di dunia ini tiada berhenti menghampiri. Sayangnya justru kita lah penyebab kerusakan itu, betul.....?.
Ketika menulis ini sepertinya saya masih belum yakin kalo air yang ada didunia bisa habis. Lebih dari separuh permukaan bumi adalah air baik air laut sungai danau dan lainnya belum lagi didalam tanah juga ada air tanah.
Hampir semua mahkluk hidup memang sih membutuhkan air. Tapi kayaknya manusialah yang paling banyak menggunakan air. Semenjak mereka tahu akan kegunaan air sejak itu pula kebutuhan akan air semakin meningkat. Oh ya saya hampir lupa kalo air yang dimaksud itu air bersih yang dibutuhkan manusia termasuk saya yang tinggal di indonesia tepatnya di pulau Jawa.
Nyatanya pada tahun 1930 pulau jawa mampu memasok 4.700 meter kubik per kapita namun sekarang tinggal 1500 meter kubik per kapita per tahun maka bisa diperkirakan pada tahun 2020 akan terjadi krisis air dengan perhitungan potensi air akan berkurang hingga 1200 meter kubik per kapita per tahun. Dari jumlah tersebut hanya 35 persen yang layak pakai atau tinggal 400 meter kubik per kapita per tahun padahal standarnya 1100 meter kubik per kapita per tahun.
Ketidakseimbagan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di seluruh dunia banyak negara yang khawatir akan mengalami kekeringan, kehausan.
Pangkal masalah ini adalah buruknya sistem pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia. Di tambah kebiasaan boros kita dalam menggunakan air baik sektor pertanian, industri maupun kebutuhan lainnya. Hayo ngaku siapa yang suka boros air??
Kayaknya kedepan harus ada kebijakan pemerintah agar masyarakat kita tanggap dalam konservasi air bukan hanya membuat kebijakan air yang bisa menghasilkan uang melulu.
“Air mengalir sampai jauh” jadi teringat lagunya Gesang. Semoga lagu tentang “air” tidak tinggal lagunya saja sebab airnya kian hari menyusut oleh ulah kita iya tho?.
Masih nunggu untuk hemat air.........?
Sampai kapan? Jangan sampai kita mengeluarkan air mata nangis soalnya krisis air.
Tapi ...........
Lakukan penghematan ya! Mulai sekarang!

UAN 2

0 komentar

Dua jam lagi UAN akan ku hadapi. Akan kukerjakan 40 – 50 soal penentuan dengan sepenuh harapan kelulusan.
Sesulit apapun soal akan kukerjakan sepenuh kemampuan meski hanya 120 menit tapi harus cukup untuk itu semua. Dag dig dug ketika menunggu. Begitu pula semua temanku.
Detik terus berganti saat kutulis ini begitu pula menit terus berlalu. Pasti kemudian jam pun terlewati dan UAN pun harus kukerjakan.
Jangan takut!
JANGAN BERSEDIH! ALLAH Bersama kita. LA Tahzan!.
Tidakkah kau dengar dibalik kesusahan terdapat tersimpan kemudahan. Bahkan dua kemudahan. Percayalah engkau. Haruslah percaya sebab kelulusan adalah milik kita bersama. XII IPA


Saat belajar Matematika dan Bahasa Indonesia
05.05 Selasa 220408
Masjid Jami’at Taqwa



Kutulis lagi saat – saat itu setelah hampir genap satu tahun. Dengan pena sederhana berharap bisa memberi ibrah bagi semua. Khususnya bagi yang mendapatkan ujian. Agar mengerti ada kemudahan di balik kesulitan. Dan menemukan sebuah pelajaran berharga.

UAN

0 komentar

Hari ke-3 menjelang UAN. Detik demi detik terlampaui, menit demi menit terlewati. Jam demi jam berganti mengganti hari hingga hari ini.
Ketika ada awal mau tak mau harus ku jumpai akhir.
Tiga masa sekarang tinggal tiga hari lagi tak terbayang rasanya. Perjuangan terakhir harus aku lakukan. Meski dihari – hari menjelang terasa banyak kutemui rintangan, masalah – masalah kecil yang tak kuduga slama ini. Ya itulah ujian dimanapun tempatnya, kapanpun saatnya, jika saatnya, jika Allah Menghendaki maka pasti terjadi. UAN sudah didepan mata menyimpan kekahawatiran, ketakutan jika mendapat kegagalan sebuah ketidaklulusan. Hanya segenap doa yang harus kupuja serta seluruh usaha tanpa jeda atau koma jika mampu tanpa titik akhir.
Namun kulihat disana wajah – wajah perpisahan, wajah – wajah kesedihan menanti. Ya Allah jadikan ini perpisahan terindah. Biarkan waktu memisahkan segenap rasa ini, tapi jangan biarkan hati ini melupakan semua kenangan.
Itulah kenangan yang sempat tercatat sabtu 19 april 2008. Setahun hampir itu berlalu. Kemarin sempat aku bertanya kepada teman-temanku, ada kesamaan kisah tentang UAN. Ia tidak mengajarkan pembelajaran. Hanya berlatih menipu, menipu diri sendiri. Namun itulah wajah pendidikan negeriku. Sayangnya besok adik kelasku harus mengalami hal yang sama....
20 -24 April 2009
Penentuan terakhir. Tiga tahun yang harus dibayar dengan lima hari. Dengan segala kemampuan yang dimiliki serta segenap doa yang istiqomah di panjatkannya setidak-tidaknya keyakinan tentang lulus telah tertanam dihatiku, di hati mereka. Selamat menempuh ujian dari berbagai ujian kehidupan ini. Bismilah mulailah adikku di Mifda tercinta karena kelulusan adalah milik kalian.


Senin, 13 april 2009 09.05 WIB
Rumah kelima saat mengingat masa menjelang UAN

Wacana kedepan SMA Miftahul Huda

0 komentar

SMA Miftahul Huda Purwodadi adalah SMA Plus atau SMA TERPADU, yaitu paduan antara SMA Umum, SMK & MA. Di sekolah ini siswa di gembleng dengan beberapa pelajaran agama, dibekali beberapa ketrampilan. Insya Allah putra putri anda akan menjadi anak sholeh/ sholehah, berilmu dan punya ketrampilan sebagai bekal hidup.

Adalah sebuah pilihan tepat manakala memilih SMA MIftahul Huda sebagai pilihan untuk mendapatkan ilmu yang integral atau menyeluruh, baik agama maupun ilmu lain tentunya ketrampilan meliputi menjahit, komputer dan rencana terakhir perbaikan HP.
di jaman Global yang membutuhkan persaingan di dalam menjalani kehidupan ini agar tidak di katakan orang "ketinggalan zaman". selain itu komputerisasi di berbagai tempat tentunya menjadi SMA Miftahul Huda memaksa diri untuk berubah secara signifikan.
perubahan itu seharusnya tentu akan membawa dampak yang begitu baik untuk menarik minat siswa baru. fakta yang terjadi adalah sebaliknya.jumlah siswa bahkan juga tidak bisa memenuhi kuota yang disediaka.
ada apakah di balik itu semua??.
minat siswa untuk masuk ke sekolah negeri yang sangat besar sepertinya ikut menjadi sebab terjadinya hal itu. selain itu munculnya sekolahan baru semisal SMKN 2 PWD juga ikut andil dalam menyebabkan berkurangnya murid yang di dapat.jika hal itu dibiarkan terus berlanjut tentu pada akhirnya akan menyebabkan bahaya besar bagi kelangsungan. lalu seperti apakah mifda ke depan.
visi sekolah ke depan nampaknya perlu dipertanyakan. jika memang mencetak murid yangs iap kerja maka alangkah baiknya SMA Miftahul huda menjadi sebuah Sekolah kejuruan. nampaknya ide ini pernah di lontarkan namun mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan. dari segi potensi sebagai sekolah yang berada di bawah naungan yayasan Islam mungkin ke depan mifda bisa menjadi sebuah SMA IT (sekolah Menengah Atas Islam Terpadu) kita tahu minat masyarakat akan sekolah islam begitu besar khususnya yang berlabel (IT) dan mungkin ke depan akan menjadi yang pertama di Purwodadi. beberapa hal diatas adalah beberapa wacana. tentu sebuah sekolahan dimanapun tempatnya haruslah mempunyai visi dan misi ke depan dengan jelas. sehingga penambahan fasilitas,dan sebagainya haruslah benar-benar ditujukan untuk menumbuhkan potensi para siswanya dan jangan sampai berorientasi pada Bisnis semata. jika dari pihak guru selalu berorientasi uang maka akan lahir murid-murid yang sama. dan jika mereka menjadi bagian masyarakat jangan salahkan mereka mencari uang dengan segala cara.
semoga di hari ulang tahun pada 31 maret nanti menjadi momentum yang tepat untuk membangun visi dan misi kedepan secara lebih baik. bukan hanya mencari murid sebanyak banyaknya namun lebih baik sedikit tapi berkualitas.
semoga bermanfaat.

Perempuan Berkalung Sorban

0 komentar

perempuan berkalung sorban. wanita yang terkekang syariat islam.
novel yang ditulis oleh Abidah el Khalieqy dan kemudian difilmkan. menurutku lebih menjadikan wanita lebih terkekang dengan syariat islam. padahal gak mungkin syariat bikin orang susah. tapi namanya juga sastra kadang juga seringnya melawan arus kebenaran. kalo lurus-lurus saja nggak seru nanti filmnya.
Kisah berawal dari sebuah pesantren Al-Huda di Jawa Timur milik Kyai Hanan (Joshua Pandelaky) pada tahun 80-an. Seorang gadis berumur sepuluh tahun Annisa (Nasya Abigail) yang menjadi anak ke tiga dari sang Kyai berbeda dengan gadis kecil lainnya di daerah tempat pesantren itu. Ketika kedua saudara laki-lakinya belajar menunggangi kuda, Annisa kecil ingin juga belajar. Namun, dia dilarang oleh kedua orang tuanya, karena dia seorang perempuan.

Annisa merasa tak nyaman dengan lingkungan pesantren dan keluarganya karena selalu ‘menyampingkan’ statusnya sebagai perempuan dengan alasan syariat Islam. Untungnya ada salah satu orang yang mengerti kegelisahan Annisa yang keras kepala dan mengajari Annisa naik kuda, dia adalah Khudori (Oka Antara) seorang lelaki cerdas dengan pikiran terbuka. Namun, perlindungan Khudori tak berlangsung lama karena dia harus pergi ke Al-Azhar di Kairo untuk melanjutkan kuliahnya dan meninggalkan Annisa sendirian.

Annisa (Revalina S Temat) telah remaja dan memutuskan untuk melamar beasiswa di sebuah Universitas Islam di Yogjakarta. Namun, Annisa mendapat garis lain dalam hidupnya yaitu masuk ke dunia pernikahan. Annisa dijodohkan dengan Samsudin (Reza Rahadian) anak seorang Kyai yang membantu pesantren Al-Huda. Dunia pernikahan dirasa Annisa buruk karena perbuatan kasar dan tekanan yang dilakukan sang suami. Tak hanya perlakuan kasar yang didapatkan, Annisa juga dipoligami. Annisa tak bisa berbuat apa-apa karena syariat Islam yang selalu ada dalam dirinya bahwa perempuan harus mengikuti apa yang dilakukan suami dan menurut apa kata suami.

Annisa selalu merasa kalau perempuan menjadi warga negara kelas dua, ditindas hak-haknya dan dilupakan suaranya. Namun, semuanya berubah ketika Khudori datang kembali ke Al-Huda dan bertemu dengan Annisa. Benih-benih cinta yang dirasakan sejak kecil masih ada dalam diri Annisa dan Khudori. Mereka pun disangka telah melakukan hal yang tak diperbolehkan sebagai seorang lelaki dan istri orang. Annisa akhirnya diceraikan sang suami dan dia memutuskan untuk pergi ke Yogjakarta.

Di Yogjakarta Annisa mulai memperlihatkan bakatnya dengan menulis. Dia bekerja di sebuah kantor konsultan dan menjadi konsultan handal. Annisa pun menikah dengan Khudori dan kembali ke Al-Huda dengan membawa buku-buku karyanya. Annisa ingin santri-santri yang ada di sana belajar memperjuangkan haknya sebagai perempuan dengan banyak membaca dan menulis. Namun, di pesantren itu terdapat larangan membaca buku yang berbau dunia luar. Annisa memperjuangkannya dengan membuat perpustakaan di Al-Huda.

Di film ini Akting Revalina S. Temat cukup memukau. Meskipun baru berusia 23 tahun dia cukup ciamik berakting menjadi seorang ibu hamil. Film yang diadaptasi dari novel karya Abidah Al Khalieqy berkisar tentang perempuan dan perjuangannya meraih eksistensi. Sang sutradara, Hanung pun siap mendapatkan kontroversi dengan film ini dengan membuat film yang berisi tentang Islam dan syariatnya.
mungkin sebentar lagi bakal banyak kontroversi. moga aja membuat masyarakat menjadi lebih cerdas dalam menilai syariat. secara tidak langsung adalah pembelajaran Syariat Islam kepada publik. semoga saja ada hikmah dibalik semua itu. AMIN......!

Aksi LDK untuk Palestina

0 komentar

Save Palestina
Edisi : Kamis, 08 Januari 2009 , Hal.XII
LDK STAIN Solo peduli Palestina

Solo (Espos) Lembaga Dakwah Kampus STAIN Solo, Selasa (6/1), mengadakan aksi penggalangan dana untuk membantu nasib saudara-saudara sesama muslim yang ada di Palestina.

LDK merasa peduli dengan saudaranya yang sekarang sedang dijajah oleh zionis Israel. Menurut Kabid Humas LDK STAIN Solo, Anif Rohman Juaini, dalam rilis yang diterima Espos, penggalangan dana ini dilaksanakan di dalam kampus STAIN Solo yaitu dengan memasuki ruang-ruang kelas yang sedang aktif digunakan untuk kuliah dan ruang-ruang kantor dosen. Aksi tersebut dimulai pukul 10.00 WIB- 11.30 WIB. Sampai dini hari dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 1,5 juta. “Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan dan hasilnya akan disalurkan melalui Puskomda Soloraya yang berpusat di UNS yang kemudian akan disalurkan ke Puskomnas yang berpusat di Unair Surabaya. Selanjutnya pihak dari Puskomnas akan langsung menyalurkan ke Palestina,” jelasnya. - Oleh : Awi/*

Selamat Tahun Baru

0 komentar

Tahun 2009 sebuah keniscayaan
Derap tahun ini berakhir,berganti langkah-langkah baru sebuah keniscayaan tahun 2009. ada sebuah harapan,langkah,arah,rintangan dalam kehidupan.
jalan itu masih panjang menunggu untuk terjejaki dengan sebuah semangat mewujudkan asa-asa.
Terpikirkan olehku... kata-kata itu.
orang yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin adalah orang yang celaka
orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi
orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin ialah orang yang beruntung.
sepertinya semangat menjejaki tahun ini dengan sebuah semangat perbaikan. hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Tahun ini harus lebih baik daripada tahun kemarin.
selamat tahun baru 2009 sebuah keniscayaan haruslah senantiasa mengiringi semangat menjejaki detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, menuju sebuah cita-cita.

KETIKA SMS DIHISAB

0 komentar

Memang ada dalilnya tho? Kok sms pake dihisab segala. Hadistnya mana?
Jangan tanyakan tentang dalilnya, jangan tanyakan tentang hadistnya tapi ini faktanya.
Nggak bisa dipungkiri HP bukan barang mahal lagi dan umum digunakan remaja. Anak SD pun sudah ada dibawai hp sama ortunya apalagi kita mahasiswa seperti dah jadi kebutuhan. Mungkin Kalo menggunakan hp biasa-biasa saja pastinya no problem. tapi kalo HP sampai mengalahakan kebudayaan membeli buku. Sungguh ter…la…lu…
Menurut survei yang dilakukan antara Bank Indonesia (BI) Jogja dengan tim peneliti Fakultas Ekonomi UPN Veteran Jogja seperti yang dilansir jawa pos edisi sabtu 23 November 2008 mendapatkan hasil yang cukup mencengangkan salah satu poin yang menarik adalah pengeluaran untuk pulsa lebih besar daripada membeli buku. Survei yang dilakukan secara acak itu menyatakan rata-rata mahasiswa mengeluarkan anggaran pulsa Rp 90.200 dan Rp 39.750 per bulan atau 7 persen untuk pulsa dan 3 persen untuk untuk buku. Terlepas dari survey yang dilakukan itu sudah benar-benar valid atau belum sebab hanya perwakilan dari berbagai perguruan tinggi dijogja saja tapi, seharusnya bisa menjadi bahan evalausi bagi diri kita sendiri. Kita sebagai mahasiswa ternyata telah membudayakan lebih banyak membeli pulsa daripada membeli buku, emang pulsa itu kita gunakan untuk apa? Bukankah kita mahasiswa yang seharusnya Agent Of Change, lalu mau ngrubah darimana kalo beli buku saja masih kalah dengan membeli pulsa sepertinya saya setuju dengan pak Munadi yang mulai mewajibkan mahasiswanya untuk membeli buku.
Kenapa kita bisa menghabiskan banyak pulsa pasti jawabannya berbeda bisa karena memang digunakan untuk hal yang bermanfaat,semisal mengirim nasehat,tausiyah,ataupun lainya. Tapi kalo sampai mengabiskan banyak pulsa tanpa nyadar itu perlu disadarkan. Seperti seorang teman yang ia tidak menyadari kenapa bisa menghabiskan banyak pulsa, katanya sih cuma membalas sms teman-teman tapi tau-tau pulsa 50.000 ludes des des belum sampai satu bulan. Mungkin ada juga yang ketipu sama program dari operator dengan mengirim 10 sms kemudian dapat bonus 100 sms secara tidak langsung setiap hari ia diharuskan menghabiskan pulsa senilai 10 zmz , padahal sebenarnya ia butuh mengirimkan sekitar 5 sms tapi gara-gara program itujadinya ngirim lagi 5 dan dapet deh bonusannya, karena saking banyak bonusan maka kudu banyak waktu untuk menghabiskan bonusan sebanyak itu. Itupun kalo waktu masih ada tapi kalo sudah kelewat jamnya, hangus deh bonusannya, jadi jangan kaget banyak zmz masuk yang isinya sekedar mau ngabisin bonusan saja alias mubazir. Kasihan… dah mubazir boros lagi hati hati sesunggunya pemboros adalah saudaranya syaitan.
Tulisan ini bukan mau nglarang yang pake HP sekedar ngingetin sisi negative HP dari mulai pemborosan tanpa sadar yang ngalahin kebiasaan membeli buku, dan lainya kamu bisa pikir sendiri deh saya yakin kamu tau. Ibarat pisau bermata dua itulah sebuah teknologi. Ia tidak hanya memberi manfaat tapi memberi mudharat. Semua kembali kepada kita. Sudah saatnya kebiasaan yang gak bener dalam menggunakan HP terutama dalam membeli pulsa yang berlebih-lebihan harus dirubah. Jangan kalah dengan membeli buku yang manfaat buat diri kita atau mungkin menunjang mata kuliah tentunya buku itu dibaca juga. Jangan cuma dibeli saja tapi males baca. Nggak kasihan sama orang tua yang sudah cari uang susah-susah ternyata kita habiskan hanya untuk membeli pulsa. Apalagi jika diakhirat nanti setiap penggunaan pulsa kita entah itu sms ataupun lainya akan dihisab oleh Allah.
So, rubah dari sekarang mumpung belum terlambat.
Diii*

Tarbiyah Menyejarah

0 komentar


Hari itu, Ibrahim dan Isma’il menyelesaikan tugas peradaban mereka;membina dan meninggikan dasar-dasar Baitullah. Kemudian berdo’a, do’a yang sederhana meminta agar amal-amalnya diterima. Do,a itu do,a yang tawadhu’. Memohon petunjuk untuk beribadah dalam ridhaNya. Doa itu, doa yang menyejarah. Memohon kesinambungan peradaban untuk suatu ummat yang terus membaca ayat-ayatNya, mempelajari Kitab dan hikmah, serta mensucikan dirinya.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Al Baqarah 129)

Muhammad, Shallallahu A’laihi wa Sallam adalah jawaban do’a nabi Ibrahim dan Ismail. Dialah yang mengajari kaum yang buta huruf untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, mensucikan diri mereka dari dosa-dosa dan perilaku jahili, serta mempelajari kitab Allah dan peri tauladan manusia yang menjadi kemuliaan bagi mereka.

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”(Al Jumuah:2).

Perhatikan kata yang saya tebalkan dimasing-masing ayat. Inilah tiga langkah yang dilakukan Rasulullah dalam merevolusi masyarakat jahiliah, masyarakat yang berada dalam kesesatam nyata, menjadi guru dunia. Pertama, tilawah, berarti membacakan ayat-ayat Allah. Kedua, tazkiyah, artinya mensucikan. Dan ketiga, ta’lim, artinya mengajarkan. Secara ringkas kita menyebut tiga hal dari doa Ibrahim, ijabah Allah, dan langkah-langkah pembinaan Rasulullah itu dengan satu kata ringkas: tarbiyah.

Syaikhul Azhar ‘Ali ‘Abdul Halim Mahmud menyebut tarbiyah sebagai cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, secara langsung maupun tidak, untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Proses itu, menurutnya harus menyentuh seluruh aspek kehidupannya.

Saat itu, cuaca peradaban sedang suram diseluruh dunia Islam. Mentari benar-benar telah terbenam setelah kabut yang menggulungnya berabad lamanya sempurna menjadi malam dengan senja yang bertanduk syaitan. Tetapi empat tahun setelah 1924, tahun yang dikenang Taqyudin An Nabhani dan pergerakan Hizbut Tahrir sebagai tahun runtuhnya Khilafah, di Mesir, purnama itu mulai mengintip malu dari balik awan, lelaki itu Hasan Al Banna, membuat sebuah kepeutusan menyejarah di usianya yang keduapuluh dua. Al Ikhwan Al Muslimun. Pergerakan yang core-nya ia desain menurut doa Ibarahim, sesuai ijabah Illahi,dan langkah-langkah Nabawi. Tarbiyah

Tarbiyah memiliki sedikitnya tiga makna. Katakanlah ia berakar dari kata Rabaa, Yarbuu. Tumbuh. Tarbiyah menumbuhkan seseorang dari kekanakan ruh, kekanakan akal, dan kekanakan jasad menuju kematangan dan kedewasaan masing-masingnya untuk memetakan diri, menyikapi masalah-masalah, dan mengemban tugas-tugas. Tarbiyah adalah sebuah Improvement.

Atau Rabiya, Yurbii. Berkembang. Tarbiyah mengembangkan manusia muslim dalam kemampuan-kemampuan yang dibutuhkannya menjalani kehidupan. Ia dalam tugasnya sebagai ‘Abdullah yang beribadah kepada Allah, dan sebagai khalifah yang akan mengelola bumi dan seisinya di-train untuk memiliki kompetensi yangdikembangkan dari potensi yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Setelah mengenali potensinya, ia mengajaknya mengembangkannya. Tarbiyah adalah Development.

Atau Rabbaa, Yarubbu. Memberdayakan. Ia yang telah tumbuh dan berkembang harus diarahkan untuk berdayaguna. Islam memanggil manusia-manusia muslim untuk membuktikan keunggulannya. Islam menghendaki agar sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat,paling berdayaguna dan kontribusinya bagi dunia. Tarbiyah adalah Empowerment

Dalam kerangka kerja peradaban Anis Matta, tarbiyah adalah Afiliasi,Partisipasi, dan kontribusi jarak antara Islam dengan manusia muslim sedemikian jauh, hingga Muhammad Abduh harus tertekuk dengan ungkapan terkenalnya, “Al Islaamu mahjubun bil muslimiin, keagungan Islam telah terhijab oleh kekerdilan pemeluknya”. Maka dibutuhkan sebuah rekontruksi terhadap manusia muslim untuk menjadi terjemahan hidup dari islam yang tertatah dalam Al Quran dan As Sunnah. Islam kata beliau, dengan mudah memenangkan pertarungan dalam tataran ideologi dan pemikiran. Namun medan pertarungan sesungguhnya justru terletah dibelantara politik, dipanggung budaya, ditengah desingan mesiu, dan diseluruh pojok bumi. Itulah medan manusia. Kebenaran Islam layaknya sebilah pedang tajam terhunus yang menanti tangan perkasa sang pahlawan.

Langkah pertama , afiliasi, mengisyaratkan agar dakwah mengembalikan keberpihakan ummat kepada agamanya. Pemahaman terwaris itu harus diubah menjadi pemahaman yang diperoleh dalam keterbimbingan. Keislaman itu harus memiliki akar yang kuat dan tidak mudah tercabut dari hati. Padanya harus ada kerja tarbiyah. Membacakan ayat Allah,mensucikan hati, dan mengajarkan apa-apa yang akan menjawab pertanyaan dan kebutuhan mereka.

Langkah kedua, partisipasi, adalah kerja-kerja untuk melepas individu muslim yang kokoh afiliasinya terhadap Islam ke tengah masyarakat. Ia yang shalih, akan menjadi muslih, mendistribusikan keshalihannya ke tengah masyarakat. Ia menjadi bagian, sekaligus inti keras yang akan menguatkan masyarakat. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Menumbuhkan,mengembangkan, memberdayakan.

Langkah ketiga, kontribusi, adalah memastikan agar tiap individu muslim yang berpartisipasi itu mencapai taraf optimal dan memberikan kontribusi bagi Islam. Salah satu sumber kekayaan masyarakat Islam adalah keunikan individual dari masing-masing manusia muslim, yang apabila potensi-potensi itu tertuang secara penuh dan membentuk muara islam yang sinergis, sebuah gelombang peradaban yang dahsyat akan segera menggemuruh membelah sejarah. Padanya ada kerja tarbiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan. Ruhnya,akalnya, dan jasadnya.

Akan ada waktu kiranya, kata beliau, dimana ummat manusia akan sulit membedakan antara pesona kebenaran islam, dengan kepribadian muslim. Saya percaya, tentu dengan satu kata awal yang menyejarah itu. Tarbiyah.

Diambil dari “Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim” karya Salim A Fillah dengan beberapa perubahan.



cerpen

0 komentar

JALAN LAIN

“Terima kasih ya bu yani uangnya, nanti berkas-berkasnya akan saya bantu buatkan sekedar formalitas gitu lho bu. Tapi kalau anaknya sudah datang dan dia mau cari sendiri juga nggak apa-apa, itu juga lebih baik kok.”

“Ya udah pak, lha wong besok anaknya juga pulang. Yang penting anak saya harus jadi PNS entah bagaimana caranya,saya percayakan sama bapak”.

“Ibu gak usah khawatir, saya jamin apa yang ibu harapkan akan terwujud. Saya pulang dulu bu Yani, sekali lagi terima kasih atas semuanya. Nanti kalau ada apa-apa telpon saja!”,

” Wassalamu’alaikum”. Bu Yani menjawab salam sambil berjabat tangan. Ia sepakat menjadikan anaknya PNS dengan bantuan pak Seno meski harus membayar puluhan juta.

Pagi itu rumah keluarga bu Yani sepi saat wanto tiba dari Jakarta. Bu Yani dan suaminya masih di sawah sehingga tidak ada seorangpun di rumah karena kakak-kakak wanto semuanya sudah berkeluarga. Tinggal wanto yang belum menikah dan punya pekerjaan tetap seperti saudara lainya yang mengabdi kepada Negara menjadi PNS.

Wanto langsung masuk menuju kamarnya dan meletakkan tasnya yang hanya berisi beberapa potong pakaian. Ia pulang mendadak karena ibunya menyuruh pulang karena ada pendaftaran CPNS. Sebenarnya ia tidak mau pulang,apalagi mendaftar CPNS. Meski seorang sarjana tetapi tidak begitu suka menjadi PNS terlebih jika dia tahu caranya seperti kakak-kakaknya yang lain. Tapi bu Yani terlanjur melakukan jalan lain menjadi PNS seperti dua anaknya yang lain dan Seno tidak tahu hal itu.

“Lho sudah pulang tho? baru pukul sepuluh sudah sampai rumah, biasanya sore baru sampai”

“Iya Bu, lha ibu nyuruh pulangnya kayak ada yang sangat penting. Mendadak lagi, ya udah aku langsung pulang”

“Gimana gak penting pendaftaran CPNS tinggal beberapa hari lagi, kalau pulangnya telat pasti gak bisa cari berkas-berkasnya. Jadinya gak bisa daftar CPNS. Kamu masih capek nggak?kalau nggak hari ini juga cepetan cari sana! Jangan sampai telat lho!”

“Ah malas bu, masih capek, mau istirahat dulu”. Wanto menolak perintah ibunya karena ia memang masih capek, tapi itu membuat ibunya agak sedikit kesal. Kenapa anaknya yang satu ini sikapnya agak keras tidak seperti bapaknya yang manutan.

Esoknya Wanto berangkat mencari beberapa berkas untuk melengkapi persyaratan mendaftar CPNS. Di kantor DISNAKERTRANS tempat perolehan kartu kuning antrian panjang terjadi. Beratus-ratus orang sedang menunggu bergiliran untuk mendapatkan salah satu syarat mendaftar CPNS

Sehabis zuhur seno pulang dari mencari berkas melamar CPNS karena banyaknya para pencari, ia belum berhasil melengkapi berkas persyaratan itu. Sesampainya di rumah,ibunya langsung menanyainya.”Gimana Sudah beresberkas-berkasnya? soalnya nanti mau di cek pak seno.”

“Kok dicek pak Seno memang dia siapa?tanya wanto yang berdiri didepan ibunya. Ia berharap tidak didaftarkan CPNS lewat jalan lain.

“Itulah saudaranya pamanmu, dia itu juga yang dulu juga membantu kakak-kakakmu jadi PNS,kemarin uangnya sudah tak kasihkan nanti dia juga mau bantu kamu.

“Jadi saya mau di lewatkan jalan belakang?. sergah wanto. Apa yang dipikirkan wanto ternyata benar.

“Bu saya gak mau.” Tolak wanto tegas.

“Lebih baik saya jualan buah di jakarta meskipun gaji saya kecil daripada jadi PNS dengan cara seperti ini. Bagi saya itu tidak halal bu!”

Mendengar ucapan wanto, bu yani mulai marah. “Dasar anak tidak tahu di untung. Apa kamu tidak melihat kakak-kakakmu itu hidup bahagia punya rumah. Punya kendaraan sendiri, lha kamu punya apa?kerja berbulan Cuma dapat satu juta, coba kalau kamu jadi PNS, tiap bulan gajian dan pas kamu tua nanti dapat pensiunan. Ibu dan ayahmu sudah habis banyak uang buat menyekolahkan kamu. Rugi kalau kamu Cuma jadi pedagang dengan gaji kecil seperti itu,apa nanti kata orang-orang sini nanti?”.

“Sudah-sudah kita bicarakan baik-baik, gak enak kalau kedengaran tetangga.” Ayah Wanto mencoba menengahi pertengkaran kecil itu. Ia tidak bisa berbuat banyak hanya menasehati meski dalam hatinya tidak setuju dengan cara yang dilakukan istrinya, tetapi selama ini dia selalu mengalah.

Baiklah kalo ibu masih memaksa izinkan saya besok ke Jakarta dulu untuk memberesi masalah saya disana.setelah itu saya akan pulang. Wanto mengalah, ia menyadari keinginan orang tua

Pak seno mendatangi rumah bu Yani ia mau memastikan berkas-berkas sudah beres.“Gimana bu berkas-berkasnya, oh ya ngomong-ngomong wantonya kemana?

“Ini pak periksa sendiri”.

“Wantonya sudah ke Jakarta lagi mau nyelesaikan urusannya disana paling berapa hari saja”. Ucap bu Yani sambil memberikan sebuah map warna merah .

Pak Seno masih sibuk memeriksa satu persatu berkas lamaran CPNS itu. Sepertinya ada yang belum lengkap. “ Bu Yani ternyata ini ada yang belum lengkap, tapi ibu gak usah kawatir semua bisa diatasi kok!”

“Maksudnya kami nambah berapa lagi?” Sergah pak Yanto yang paham betul akan sikap pak Seno.

“Gimana kalau lima juta? nanti wantonya gak usah ikut tes dan langsung jadi?”

Bu Yani dan suaminya masih terdiam ia tidak segera menjawab.

Ia masih bingung mau dibayar dengan apa?sawahnya sudah habis semua, tinggal satu itu pun sawah milik orang lain selain itu mereka heran kenapa sekarang lebih mahal dan caranya agak aneh tidak seperti dulu.

“Gimana bu ?”. Tanya pak seno lagi. Bu yani dan suaminya terhentak kaget, dari wajah mereka seperti tidak menemukan jalan keluar. “Iya pak Seno tapi besok saja pak seno datang kesini” .

“Baik bu saya pamit dulu dan kesini lagi besok”

Kesepakatan itu tercapai juga. Sampai waktu yang ditentukan pak Seno mengambil uang itu dari bu Yani, pak Seno sempat berjanji jika nanti tidak jadi PNS maka uang akan di kembalikan semuannya. Sekali lagi bu Yani merasa ada yang aneh kenapa pakai janji-janji segala.

Koran-koran terus memberitakan CPNS, ada beratus orang yang berkas lamarannya di tolak lantaran tidak lengkap,ada juga yang ijasahnya tidak sesuai dengan formasi yang ada. Melihat berita-berita seperti itu bu Yani tetap tenang-tenang, ia Yakin anaknya pasti jadi PNS.

Pak Seno mengabari bu Yani agar Wanto pulang untuk mengikuti ujuan itu. Lagi-lagi katanya buat formalitas. Setelah itu Bu Yani menelepon wanto dan menyuruhnya agar mau pulang.

Dalam perjalanan pulang wanto iseng-iseng membeli koran, ia ingin melihat berita tentang CPNS didaerahnya. Di halaman 8 tampak jelas dia melihat pelamar membludak, tempat tes di tambah jadi 34 lokasi,ia mencoba membuka halaman selanjutnya. Ia terkejut melihat foto ibunya yang sedang menangis-nangis dikantor polisi seperti sedang kehilangan sesuatu. Matanya masih menjelajah kata-demi kata dengan penuh penasaran ada apa dengan ibunya?. Rasa penasaran masih menuntun mata wanto hingga ia menjadi tak percaya bahwa ibunya kena tipu oleh pak seno puluhan juta rupiah .

Bus masih melaju kencang menembus angin sepoi pagi itu,para penumpang masih terlelap dalam lelah masing-masing Roda masih terus berputar menuju jalan lainnya, jalan yang harus ditempuh agar bisa sampai tujuan.

awal

0 komentar

ada awal.ada akhir

bersyukurlah
Bersyukurlah, karena engkau tidak memiliki semua yang engkau inginkan, jika engkau memiliki semuanya, apalagi yang hendak dicari???
bersyukurlah
Bersyukurlah, saat engkau tidak mengetahui sesauatu, karena itu akan memberimu sebuah kesempatan untuk belajar.
bersyukurlah
Bersyukurlah, atas masa yang sulit yang engkau hadapi, karena selama itulah engkau miliki dan memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri
bersyukurlah
Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki karena itu memberimu kesempatan untuk berusaha
bersyukurlah
Bersyukurlah, ketika engkau lelah dan tidak berdaya, karena berarti engkau telah membuat sebuah perubahan.
bersyukurlah
Adalah mudah bersyukur atas hal-hal yang baik, kehidupan yang bermakna adalah yang selalu bersyukur atas kesulitan yang mereka hadapi.
*Dari seorang teman